Minggu, 09 Februari 2014

Organisasi Pemuda

Karakteristik organisasi pemuda, khususnya organisasi sosial kemasyarakatan, seringkali sesuai dengan ungkapan ‘hangat-hangat tahi ayam’. Kondisi ini juga terkait dengan proses belajar yang dilakukan oleh anggota sekaligus upaya coba-coba untuk mencari pengalaman organisasi. Efeknya tampak pada kegiatan yang cenderung memanfaatkan momentum tertentu dalam beraktivitas, misalnya menyesuaikan dengan hari peringatan tertentu atau kegiatan keagamaan.
Namun demikian, proses belajar dan coba-coba yang dimiliki oleh anggota dapat menjadi energi positif yang bermanfaat bagi kegiatan organisasi kepemudaan. Keberhasilan dalam memimpin organisasi pemuda terletak justru pada kemampuan untuk mengelola semangat para anggota. Anggota sebaiknya diberi keleluasaan untuk menyampaikan aspirasi dalam organisasi dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dimiliki sehingga energi yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik. Bukan sebaliknya, memimpin organisasi dengan gaya memerintah. Secara psikologis, tindakan terlalu memerintah justru kontraproduktif dengan semangat anggota karena baik pemimpin maupun anggota relatif berusia sama dan kegiatannya bersifat sosial. Berbeda apabila pemimpin sangat senior dan organisasi tersebut adalah organisasi bisnis. Sudah tentu pimpinan memiliki kekuasaan yang besar kepada anggota organisasinya.
Pimpinan organisasi kepemudaan hendaknya memiliki visi dan bisa menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan baik. Gaya kepemimpinan ini sangat akomodatif dalam mengelola organisasi dengan memperhatikan perilaku anggota dan kondisi lingkungan. Sudah tentu, pemimpin juga harus mengalami proses belajar untuk memiliki kepemimpinan yang baik. Perilaku anggota dapat menjadi indikator sejauhmana kepemimpinana yang dijalankan sudah baik atau belum. Dalam kondisi hubungan yang baik antara pemimpin dan anggota harus terjalin dengan baik karena masih dalam proses belajar dalam menjalankan organisasi. Pada akhirnya, organisasi akan hidup dan berkembang dengan baik karena baik pemimpin maupun anggotanya belajar bersama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati.