Karakteristik organisasi pemuda, khususnya organisasi sosial
kemasyarakatan, seringkali sesuai dengan ungkapan ‘hangat-hangat tahi
ayam’. Kondisi ini juga terkait dengan proses belajar yang dilakukan
oleh anggota sekaligus upaya coba-coba untuk mencari pengalaman
organisasi. Efeknya tampak pada kegiatan yang cenderung memanfaatkan
momentum tertentu dalam beraktivitas, misalnya menyesuaikan dengan hari
peringatan tertentu atau kegiatan keagamaan.
Namun demikian, proses belajar dan coba-coba yang dimiliki oleh anggota
dapat menjadi energi positif yang bermanfaat bagi kegiatan organisasi
kepemudaan. Keberhasilan dalam memimpin organisasi pemuda terletak
justru pada kemampuan untuk mengelola semangat para anggota. Anggota
sebaiknya diberi keleluasaan untuk menyampaikan aspirasi dalam
organisasi dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang dimiliki sehingga
energi yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik. Bukan sebaliknya,
memimpin organisasi dengan gaya memerintah. Secara psikologis, tindakan
terlalu memerintah justru kontraproduktif dengan semangat anggota karena
baik pemimpin maupun anggota relatif berusia sama dan kegiatannya
bersifat sosial. Berbeda apabila pemimpin sangat senior dan organisasi
tersebut adalah organisasi bisnis. Sudah tentu pimpinan memiliki
kekuasaan yang besar kepada anggota organisasinya.
Pimpinan organisasi kepemudaan hendaknya memiliki visi dan bisa
menerapkan gaya kepemimpinan situasional dengan baik. Gaya kepemimpinan
ini sangat akomodatif dalam mengelola organisasi dengan memperhatikan
perilaku anggota dan kondisi lingkungan. Sudah tentu, pemimpin juga
harus mengalami proses belajar untuk memiliki kepemimpinan yang baik.
Perilaku anggota dapat menjadi indikator sejauhmana kepemimpinana yang
dijalankan sudah baik atau belum. Dalam kondisi hubungan yang baik
antara pemimpin dan anggota harus terjalin dengan baik karena masih
dalam proses belajar dalam menjalankan organisasi. Pada akhirnya,
organisasi akan hidup dan berkembang dengan baik karena baik pemimpin
maupun anggotanya belajar bersama untuk mencapai tujuan yang telah
disepakati.